Tenang, Fokus, Berani, Menang, Fattah Ujian Memanah Tingkat Pre-Basic.

Fattah di kanan & Tata -putri Aar - Lala- di kiri.
Foto oleh Aar Sumardiono
Pernah menulis tentang Berenang, Berkuda, dan Memanah, tidak pernah menduga bahwa aku akhirnya berkesempatan untuk berkenalan dengan olah raga memanah. Wah, sungguh senang sekali saat pertama kali berkenalan dengan olah raga ini. Aku tidak menduga bahwa Fattah juga semangat. "Tinggal satu lagi olah raga yang pingin aku bisa, bu; yaitu berkuda," ujarnya suatu saat aku mengantarnya ke klub renang Krakatau Atlantik di suatu sore. Urusan berkuda kita kirim pada semesta ya, nak. 

Sertifikat bukan tujuan.
Tidak terasa setelah tiga bulan berlatih panahan dibawah bimbingan pelatih-pelatih hebat dari Jagakarsa Archery Club, bersama teman-teman di Klub Oase di satu tanah kosong di samping rumah keluarga Aar Sumardiono - Lala Mira Julia di Cipinang, sampailah akhirnya pada ujian untuk tingkat Pre-Basic yang dilaksanakan di lapangan Archery Learning Center, di Tanah Baru, Depok pada hari Rabu pagi, tanggal 27 Mei 2015 lalu. Sayang sekali aku tidak bisa hadir karena adanya keperluan mengantar Amira ke dokter. Aku berhutang pada sesama ibu anak Klub Oase, Anne yang mengantar dan membawa pulang kembali Fattah ke pangkuan kami di satu tempat di mana kami biasa janjian.

Banyak yang dapat kami pelajari di panahan. Latihan selalu diawali oleh pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Di tengahnya peserta diberi gelang karet untuk berlatih menarik seperti menarik busur. Peserta pun diajar untuk mematuhi serangkaian peraturan, di antaranya:
  • saat memegang busur tidak melepas tali busur tanpa anak panah,
  • saat memegang busur dan anak panah, badan hanya diarahkan ke sasaran,
  • hanya mereka yang memegang busur dan anak panah yang berada di area memanah atau shooting area, 
  • mereka yang tidak memegang busur dan anak panah harus selalu berada di luar batas memanah atau shooting line,
  • mendengarkan aba-aba dari pelatih kapan anak panah dapat dilepas,
  • tidak berada di area di sekitar sasaran kecuali diijinkan oleh pelatih. 

Calm, Focus, Brave, Win.
Foto oleh Aar Sumardiono.
Calm, Focused, Brave, and Win; Tenang, Fokus, Berani, dan Menang, adalah mantra yang diajarkan pelatih memanah. Mengalahkan diri sendiri dari rasa gelisah, mampu untuk berkonsentrasi, berani mengambil keputusan untuk melepas anak panah, dan akhirnya menang karena dapat melawan keraguan diri adalah satu hal yang sangat utama yang sebaiknya juga dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Menang bukan karena telah mengalahkan orang lain, tapi menang dari hawa nafsu sendiri dari godaan negatif. Sebagai dinyatakan oleh Buddha Gautama: "If one should conquer thousands in battle, and if another should conquer only himself, his indeed is the greatest victory," ; kemenangan terbesar adalah mengalahkan diri sendiri, dibanding kemenangan ribuan pertempuran; atau yang dikatakan oleh nabi Muhammad: "The most excellent jihad is that for the conquest of oneself,"; jihad terbesar seseorang adalah kemenangan dari diri sendiri. Sertifikat bukanlah tujuan. 

Comments

anne adzkia said…
Thanks for sharing mb Moi. Banyak ilmunya.

Popular Posts